Jakarta – Nawacitamediaindonesia.com -Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Josephine Simanjuntak, menegaskan bahwa penanganan masalah sampah di ibukota tidak hanya bergantung pada edukasi masyarakat, tetapi juga perlu didukung oleh pengembangan infrastruktur yang memadai dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sipil.
Menurut Josephine, meskipun jumlah bank sampah di Jakarta sudah cukup banyak, ketersediaan fasilitas pengolahan lanjutan seperti komposting dan pusat produk kreatif dari sampah masih sangat terbatas. Hal ini menjadi hambatan utama dalam mengoptimalkan daur ulang sampah secara skala besar.
“Kita tidak bisa hanya mengumpulkan sampah melalui bank sampah, tetapi juga harus memastikan ada tempat untuk mengolahnya menjadi produk yang bernilai atau bahan baku baru,” ujarnya. “Pemprov DKI perlu mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang modern dan mudah diakses oleh masyarakat serta UMKM di bidang ini.”
Selain itu, Josephine mengusulkan untuk membentuk kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan. “Kolaborasi dengan pihak akademisi dapat membantu kita menemukan solusi inovatif yang sesuai dengan kondisi Jakarta,” jelasnya.
Ia juga mengajak perusahaan besar di Jakarta untuk ikut berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan mendukung pengembangan UMKM pengolahan sampah atau membangun sistem pengelolaan sampah di lingkungan kerja dan sekitarnya.
“Krisis sampah adalah masalah bersama yang membutuhkan peran semua pihak. Kita perlu sinergi yang kuat antara pemerintah, bisnis, dan masyarakat untuk menciptakan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkas Josephine.

